Rasio Bank Syariah Mandiri Tahun 2011

Posted: Juni 10, 2013 in Tugas

Kondisi Perekonomian dan Perbankan

Ekonomi nasional tumbuh 6,5% di tahun 2011, lebih tinggi dibandingkan tahun 2010 sebesar 6,1%, dan tahun 2009 sebesar 4,5%. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 ini disertai dengan pencapaian inflasi pada level yang rendah sebesar 3,79%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan inflasi dua tahun sebelumnya sekitar 7%. Nilai tukar Rupiah juga stabil di kisaran Rp8.500,- – Rp9.500,- per USD. Bank Indonesia mencatat bahwa kinerja ekonomi yang baik tersebut disertai dengan peningkatan kualitas pertumbuhan, yang tercermin dari tingginya peran investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan, penurunan tingkat pengangguran

dan kemiskinan, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antardaerah yang semakin membaik. Kondisi perekonomian yang kondusif tersebut mendorong perkembangan perbankan nasional secara positif. Pendanaan perbankan nasional tumbuh 19,07%. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 24,59%. CAR 2010 17,18% dan CAR 2011 sebesar 16,05%. NPL Gross menurun (membaik) dari 2,56% menjadi 2,17%. Fungsi intermediasi perbankan nasional juga mengalami perbaikan, dimana rasio penyaluran kredit terhadap dana terhimpun (Loan to Deposit Ratio) meningkat dari 75,21% di tahun 2010 menjadi 78,77% di tahun 2011. Ini berpengaruh positif terhadap kinerja perekonomian.

Perkembangan Perbankan Syariah

Masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap perbankan syariah. Bank Indonesia mencatat bahwa 89% masyarakat Indonesia bersedia menerima prinsip syariah. Indikator perbankan yang sejalan dengan itu adalah meningkatnya pangsa pasar perbankan syariah terhadap total perbankan nasional. Sejak tahun 2000, pangsa pasar perbankan syariah selalu meningkat, baik dari sisi aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan. Per Desember 2011, pangsa pasar perbankan syariah di sisi aset adalah 3,98%, dari sisi DPK sebesar 4,14%, dan dari sisi pembiayaan sebesar Rp4,67%. Perbankan syariah juga telah menjalankan fungsi intermediasi dengan baik. Financing to Deposit Ratio (FDR) – di perbankan konvensional dikenal dengan istilah Loan to Deposit Ratio (LDR) – perbankan syariah mencapai 88,94% di akhir tahun 2011, lebih tinggi dibandingkan LDR perbankan secara umum di angka 78,77%. Rasio pembiayaan bermasalah di perbankan syariah juga baik, yaitu 2,52% di akhir 2011, jauh di bawah batas maksimal dari Bank Indonesia sebesar 5%.

Perkembangan Bank Syariah Mandiri

Di tahun 2011, kinerja Perseroan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Perseroan mengalami pertumbuhan yang tinggi yaitu 49,84% untuk aset, 53,23% untuk pembiayaan, dan 46,97% untuk DPK. Dengan demikian, aset tumbuh dari Rp32,48 triliun menjadi Rp48,67 triliun. Pembiayaan tumbuh dari Rp23,97 triliun menjadi Rp36,73 triliun. Pendanaan atau DPK tumbuh dari Rp29,00 triliun menjadi Rp42,62 triliun. Posisi aset, pembiayaan, dan pendanaan tersebut kesemuanya melampaui target yaitu masing-masing mencapai 106,51%, 102,15%, dan 105,78% dari target yang ditetapkan. Pertumbuhan yang baik ini juga diikuti dengan tingkat keuntungan yang baik, yaitu ROE (Return on Equity) sebesar 64,84%. Selain itu, perseroan juga dapat menjalankan fungsi intermediasi dengan baik dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 86,03% di akhir tahun 2011. Ini relatif stabil dengan FDR perseroan di tahun-tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan (RASIO)

a. Pendanaan

Pada tahun 2011, dana pihak ketiga BSM tumbuh 46,97% atau Rp13.62 triliun dari Rp29,00 triliun di tahun 2010 ke Rp42.62 triliun di tahun 2011. Perseroan juga terus menjaga rasio dana konsumer dan dana murah. Total

pendanaan Perseroan sejak 6 tahun terakhir selalu didominasi oleh dana konsumer (dana yang berasal dari nasabah individual) dan dana murah (giro dan tabungan). Per akhir Desember 2011, dana konsumer yang dihimpun berkontribusi 46,05% terhadap total dana pihak ke tiga sedangkan dana murah yang dihimpun berkontribusi 44,80% terhadap total dana pihak ke tiga.

b. Pembiayaan

Pertumbuhan pembiayaan BSM tahun 2011 tercatat meningkat sebesar 53,23% atau sebesar Rp12,76 triliun, dari Rp23,97 triliun menjadi Rp36,73 triliun. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 6 tahun terakhir. Pertumbuhan ini melebihi pertumbuhan pembiayaan di industri perbankan syariah sebesar 50,56%. Pertumbuhan ini diiringi dengan meningkatnya penyaluran pembiayaan ke sektor non korporasi, yaitu dari 66,62% di akhir 2010 menjadi 74,67% di akhir 2011. Meningkatnya porsi pembiayaan non korporasi ini diharapkan dapat menurunkan risiko pembiayaan sehingga akan menyehatkan perusahaan dalam jangka panjang. Kami juga menaruh perhatian yang tinggi dalam aspek kehatihatian. Untuk itu, kami berupaya untuk menurunkan rasio pembiayaan bermasalah atau NPF (Non Performing Financing). Alhamdulillah, NPF netto perseroan berhasil diturunkan dari semula 1,29% di akhir 2010 menjadi 0,95% di akhir 2011.

c. Profitabilitas

Sejak tahun 2007, Perseroan selalu dapat melampaui target Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE). Khusus tahun 2011, Perseroan berhasil mencapai ROE sebesar 64,84%, lebih tinggi dari kinerja ROE tahun 2010 sebesar 63,58%, jauh lebih tinggi dibandingkan rerata ROE Bank Umum Syariah (BUS) sebesar 15,73%. Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) Perseroan sedikit menurun dari 2,21% di tahun 2010 menjadi 1,95% di tahun 2011. Ini terjadi akibat meningkatnya persaingan industri perbankan syariah di mana sejak tahun 2010, terjadi penambahan Bank Umum Syariah (BUS) sebanyak 83% dari 6 buah menjadi 11 buah. Namun demikian, walaupun ROA Perseroan mengalami sedikit penurunan, pencapaiannya masih lebih besar dibandingkan rata-rata ROA Bank Umum Syariah (BUS) sebesar 1,79%.

d. Efisiensi Usaha

Dari sisi efisiensi, Rasio Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) cenderung stabil pada level 76,44%. Sejak tahun 2005 hingga 2011, BOPO Perseroan bergerak fluktuatif dengan rerata sebesar 79,24%. BSM terus menjaga efisiensi ini dengan mengoptimalkan pendapatan operasional dan pengendalian biaya operasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s