SECANGKIR KOPI KEHIDUPAN

Posted: Desember 21, 2011 in Tugas

Ahmad romdoni namaku, namun teman-temanku biasa memanggilku Doni. Di suatu siang yang begitu terik dan sangat cocok untuk bemalas-malasan. “Kring.. Kringg…” terdengar suara handphone ku. Aku pun langsung bergegas untuk mengambilnya ditempat tidur. Setelah ku lihat, ternyata telepon yang datangnya dari andre. Andre adalah sahabatku sejak kecil. Kami bertemu saat kami berada di Sekolah Dasar. Saat SMP pun kami masih bersekolang bareng di satu SMP. Namun setelah memasuki masa SMA, kami memilih untuk bersekolah di sekolah yang berbeda.

Dalam hati aku bertanya “ada apa yah andre menelponku siang-siang begini ?”. Aku pun mengangkat telepon itu.

“Assalamualaikum…” ucapku di awal pembicaraan.

“Wa’alaikumsalam, lagi apa don ?” balas andre menanyakan aku sedang apa.

“Lagi santai aja nih nonton tivi, kenapa dre ?” Tanya aku.

“Ke rumah pak soleh yuk silaturahmi ?” Tanya andre.

“Ayoo.. Kapan ?” Dengan antusias aku menjawab.

“Sekarang.. Gue jemput lo yah..” Andre menjawab untuk menjemputku.

“ohh.. Yaudah, gue mandi dulu yak..” Aku pun bersedia.

“Okee siipp cepetan yak…” Tuutt..Tuutt.. Suara telepon yang sudah aku matikan.

Setelah mematikan telepon dari andre, aku pun bergegas andre.

Pak soleh adalah guru SD kami. Guru yang menurutku sangat baik dan pintar. Pak soleh merupakan guru favorit kami berdua, dia  sangat sabar dalam mengajarkan dan menasihati kami waktu itu. Harap dimaklumi dulu kami merupakan anak-anak yang cukup nakal. Tapi berkat nasihat beliau sifat kami berangsur-angsur membaik.

“Tiinnn.. Tiiinnn.. Doniii…” Suara klakson motor andre, lalu ia memanggilku. Aku pun langsung keluar rumah. Kami pun bergegas jalan ke rumah pak soleh.

Rumah pak soleh memang cukup jauh dari rumahku. Perjalanan siang itu cukup macet. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi. Bila dilihat ke mobil-mobil, banyak orang-orang ber-jas dan ber-dasi menaiki mobil mereka sendiri.

Aku pun berbicara kepada andre “gue pengen deh dre kaya orang-orang itu, jadi direktur yang kerjanya menggunakan jas punya mobil mewaah” tutur ku.

“Sama gue juga pengen don kaya begitu punya mobil banyak keren-keren, ganteng pake jas. Kan biasanya orang kaya gitu kalo buat nyari cewe gampang aja hahahaa..” Jawab andre.

“Yah elo mah cewe mulu ! Tapi bener juga sih yah kalo punya mobil banyak, rumah banyak, dan pake jas yang keliatan ganteng gitu pasti cewe-cewe pada nempel hahaha..” Sahutku menanggapi perkataan andre.

“Naahh kan !! Namanya cowo suka cewe mah wajar kali, kalo engga doyan cewe mah perlu di cek tuh. Jangan-jangan homo lagii hahahaa…” jawab andre membalas perkataanku.

Perjalanan kami pun tidak begitu membosankan dengan diselingi canda dan tawa yang kami lontarkan.

Tanpa disadari kami pun tiba di depan rumah pak soleh. Aku pun turun dari motor dan menekan bell rumah pak soleh sambil mengucapkan “Assalamualaikum..”

“Wa’alaikumsalam..” Terdengar suara sahutan salam dari dalam rumah.

“kreekk..” Suara pintu rumah yang terbuka.

Lalu keluar pak soleh guru kami tercinta “Eh ada tamu, ada anak murid nih jauh-jauh datang. Ayo sini masuk” Seru pak soleh sambil tersenyum.

“Silahkan duduk nak.” Tegas ia sambil masuk ke dalam rumahnya.

Kami pun duduk sambil menghilangkan rasa lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Pak soleh pun keluar dengan membawa seteko kopi panas dengan 3 buah cangkir, 2 cangkir terbuat dari cristal yang cukup bagus dan 1 cangkir biasa.

“Kalian apa kabar ? Sibuk apa sekarang ?” Ucap pak soleh sambil menanyakan keadaan kami.

“Alhamdulillah baik pak, kami sudah bekerja pak. Maksud kedatangan kami ingin bersilaturahmi dengan bapak  saja nih pak. Bapak sendiri apa kabar ?” jawab aku sambil tersenyum.

“oh bagus yah kalo kalian sudah bekerja. Saya juga alhamdulillah baik, sudah cukup lama yah kita tidak ketemu. Ayo silahkan dituang kopinya diminum.” Jawab pak soleh sambil menyuruh kami meminum kopi yang disediakannya.

Kami pun berdua mengambil 2 cangkir cristal, dan menuangkan kopi dari dalam teko.

Sambil kami menuang kopi pak soleh berkata :

“Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkir melainkan kopinya. Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati.

Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan.

Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh “apa yang ada di dalam” bukan “apa yang kelihatan dari luar”. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagiaan di dalam hidup kita ? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir cristal yang mewah dan mahal.

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya”.

Ucap pak soleh sambil menasihati kami dengan analogi secangkir kopi.

Dari penjelasan pak soleh kami tersadar tentang pembicaraan kami di motor tadi. Kami ingin memiliki mobil-mobil mewah dan bergaya seperti orang hebat. Tetapi apa gunanya kalau kita tidak bahagia dalam menikmati hidup ini meskipun punya semuanya.

Kami terus bercerita dan berbagi pengalaman dengan pak soleh. Sampai kami pun meminta izin untuk pulang. Ada satu kalimat yang diucapkan oleh pak soleh sebelum kami pulang

“Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan..” ucap pak soleh sambil tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s