Ketan Susu Kemayoran

Posted: Oktober 4, 2011 in Tugas

Pernah ngebayangin ga ketan disajikan dengan siramin susu di atasnya ? Jujur saya sendiri baru tahu kalau ada yang menjual ketan dengan disirami susu di atasnya. Ketan yang biasanya disajikan hanya dengan taburan kelapa, sambel, dan goreng-gorengan, tapi kali saya menemukan kuliner berbeda khas betawi Ketan Susu. Menurut saya makanan ini cukup unik sekali. Untuk lebih jelas saya kasih penampakannya :

Sebenarnya makanan ini sudah cukup lama terkenal di daerah kemayoran, jakarta pusat. Tepatnya di jalan Garuda Ujung. Tapi mungkin karena saya kurang bergaul, jadi saya baru mengetahui makanan unik ini. Suatu malam ketika saya dan teman-teman saya sedang berkumpul, Salah satu teman saya mengajak untuk makan ketan susu di kemayoran. “Ketan susu ?” dilihat dari namanya yang cukup unik, saya dan teman-teman saya langsung bergegas pergi ke sana.

Malam hari di kawasan kemayoran memang cukup ramai terutama di seputaran Jalan Garuda dan sekitarnya. Di jalan tersebut terdapat warung kecil yang agak tersembunyi. Warung sederhana ini salah satu tempat nongkrong yang legendaris di Kemayoran. Warung milik Bapak Abdullah.

Setelah saya mencoba makan ketan susu tersebut ternyata rasanya boleh juga. Rasa gurih ketan dan kelapa muda ditambah dengan manisnya susu menambah rasa baru dari makanan tersebut. Apalagi dimakan dengan diiringi aneka gorengan, pas banget

Saya sempat bertanya-tanya kepada bapak Abdullah pemilik warung tentang asal-usul warung Ketan Susu tersebut. Dia menjelaskan bahwa dia mewarisi dari sang kakek H.Sukrad yang membuka warung tersebut sejak 1960. Jauh sebelum gaya hidup 24 jam melanda warga Ibu Kota. “Pada zaman itu kakek buka warung untuk para tukang becak, sopir bus, bahkan para pilot (dulu masih ada lapangan terbang Kemayoran) saat itu yang pulangnya larut atau mereka yang mau cari sarapan, pasti mampir ke warung ini,” ujar bapak Abdullah yang merupakan generasi ketiga.

Warung itu memang buka 24 jam, namun para pengunjung lebih banyak datang mulai sore hari. Apalagi akhir pecan para penikmat ketan susu ini sampai tidak ke bagian tempat duduk, mereka makan duduk di pinggiran jalan.

Pada saat itu, menurut Abdullah, belum ada yang namanya ketan susu. Hanya ketan putih biasa yang dimakan dengan aneka gorengan seperti tempe, pisang, ubi, dan singkong. Jangan kecewa kalau tidak melihat gorengan tahu karena sejak dahulu pun, kakek mereka tidak pernah menyediakan tahu goreng dengan alasan repot membuatnya. “Dulu namanya tanbok atau ketan kobok karena orang kebanyakan makan pakai tangan, jadi mereka akan cuci tangan dulu di kobokan yang sudah disediakan,” tuturnya.

Katanya sebutan Ketan Susu berawal dari seseorang yang memesan sepiring ketan, lalu ia juga meminta susu kental manis dan langsung disirami di atas ketan tersebut. Semenjak saat itulah nama ketan susu menjadi popular. Bagi yang tidak suka susu dapat memesan tanpa disirami susu.

Untuk minuman anda dapat memesan minuman hangat disini mulai teh poci, kopi tubruk, kopi susu, sampai jeruk panas. Masalah harga seporsi ketan susu dihargai Rp 3000, tanpa susu Rp 2.500, gorengan Rp 500, the poci Rp 2000, kopi tubruk Rp 2000, kopi susu Rp 3000.

Saya sarankan kepada anda untuk menyicipi kuliner unik ini. Anda dapat makan ketan susu ini bersama pasangan anda ataupun teman-teman anda untuk lebih seru lagi. Warung Ketan Susu Kemayoran di jalan garuda ujung, kemayoran, jakarta pusat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s